Jangan Mengelabui Tuhan!

Ali Imran: 29

قُلْ إِنْ تُخْفُوا مَا فِي صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ اللَّهُ وَيَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Katakanlah: “Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu, atau kamu menampakkannya, pasti Allah mengetahui.” Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Ibnu Katsir:

Allah SWT memberitahukan kepada hamba-Nya bahwa Dia mengetahui segala rahasia dan apa-apa yang tersembunyi serta mengetahui segala yang nyata. Dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi-Nya. Bahkan ilmu-Nya meliputi segala kondisi dan situasi serta berbagai waktu dan kesempatan, meliputi segala yang ada di langit dan di bumi, tidak ada sekecil biji sawi pun yang luput dari pengetahuan-Nya, bahkan yang lebih kecil dari itupun di belahan bumi, dan lautan serta gunung-gunung, dan Dia Maha Kuasa, artinya kekuasaan-Nya mencakup semuanya. Dan ini merupakan peringatan Allah bagi hamba-hamba-Nya supaya senantiasa takut kepada-Nya, agar tidak melakukan apa-apa yang dilarang dan dimurkai-Nya. Karena Dia mengetahui semua keadaan mereka, dan maha Kuasa untuk mempercepat hukuman bagi mereka, jika mereka tidak segera dihukum itu karena ditangguhkan saja kemudian akan dihukum nantinya oleh hukuman Dzat yang memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk menghukumnya.

Jalalain:

Katakanlah kepada mereka “jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam dada kamu sekalian” maksudnya dalam hati kamu sekalian seperti mengikuti orang-orang kafir atau kamu nyatakan; kamu nampakkan Allah pasti akan mengetahuinya, dan Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, di antaranya mengadzab siapa saja yang mengikuti orang kafir.

Al-Sa’di:

Penafsiran ayat ini digabungkan dengan penafsiran ayat sebelumnya (28) dan sesudahnya (30). Ayat tersebut merupakan larangan dari Allah SWT bagi kaum mu’minin untuk mengikuti orang-orang kafir, membantu mereka dan meminta pertolongan kepada mereka atas permasalahan yang dihadapi orang-orang mu’min. Dan siapa yang mengikuti mereka diancam telah terputus hubungannya dengan Allah dan tidak ada hubungannya lagi dengan agama Allah. Karena mengikuti/mematuhi orang kafir tidak akan pernah bisa bersatu dengan keimanan. Karena iman menyuruh untuk mematuhi Allah dan mematuhi para aulia-Nya serta mematuhi sesama mu’min yang saling membantu dalam menegakkan agama Allah dan melawan musuh-musuh-Nya. Dan barang siapa yang mengikuti orang kafir yang hendak memadamkan cahaya

Allah dan menebar kekacauan bagi para aulia Allah (pemimpin mu’minin) berarti dia sudah keluar dari barisan orang-orang mu’min. Janganlah melakukan sesuatu yang dimurkai Allah dengan melakukan tindakan durhaka kepada-Nya sehingga kamu sekalian dihukum karenanya. Allah akan menghitung semua amal perbuatan mereka, maka jauhilah oleh kamu sekalian perbuatan buruk yang mengakibatkan hukuman Allah dan berbuatlah perbuatan yang menghasilkan pahala! Kemudian Allah menjelaskan keluasan ilmu-Nya baik yang berkenaan dengan apa-apa yang ada dalam diri manusia secara khusus maupun berkenaan dengan apa-apa yang ada di langit dan bumi secara lebih umum. Kemudian Allah menjelaskan juga kesempurnaan Kekuasaan-Nya.

Dalam penjelasan ini terdapat petunjuk untuk membersihkan hati dan untuk mengakui ilmu Allah di setiap saat, sehingga seseorang merasa malu terhadap Allah jika Dia sampai melihat dalam hatinya ada tempat untuk pikiran yang jelek. Maka dia akan menyibukan pikirannya untuk hal-hal yang mendekatkan dirinya kepada Allah seperti mentadaburi ayat-ayat dari kitab Allah atau sunah dan hadits rasul-Nya serta membahas ilmu-ilmu yang bermanfaat atau memikirkan makhluk ciptaan-Nya dan segala ni’mat yang dianugerahkan kepada-Nya atau menyibukan diri dengan memberi nasihat kepada hamba-hamba Allah.

Pelajaran:

Pertama, janganlah berpikir bahwa Allah bisa dikelabui, sehingga bisa menyembunyikan apa yang ada dalam pikiran dan hati kita. Allah Maha Mengetahui segalanya dan tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya.

Keyakinan ini harus tertanam dalam diri setiap mu’min.

Kedua, harus ada perasaan bahwa Allah mengawasi kita sampai yang tersirat dalam diri kita sekalipun.

Ketiga, jangan menjadikan orang-orang kafir sebagai penolong atas masalah-,asalah yang dihadapi, karena dasar pertolongan yang diberikan mereka berbeda dan pasti mengandung niatan-niatan tidak baik.

Keempat, iman itu mengajak untuk menjadikan Allah sebagai penolong, kemudian saling tolong menolong sesama mu’min.

Kelima, hendaknya merasa malu kepada Allah jika masih memiliki pikiran jahat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *