Kita Bertanggungjawab Atas Perbuatan Kita

Saba: 25

قُلْ لا تُسْأَلُونَ عَمَّا أَجْرَمْنَا وَلا نُسْأَلُ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Katakan kepada mereka, “Kalian tidak akan ditanya tentang dosa-dosa kami, dan kami pun tidak akan ditanya tentang dosa-dosa kalian.”

Ibnu Katsir:

Maknanya pembebasan diri dari mereka, yakni kamu sekalian bukanlah golongan kami dan kami bukan golongan kamu, akan tetapi kami menyeru kalian semua kepada Allah, untuk mengesakan-Nya dan menyembah-Nya, jika kalian menerima ajakan ini maka kalian termasuk golongan kami dan kami golongan kalian juga, namun jika kamu mendustakan ajakan tersebut maka kami terbebas dari kamu sekalian dan kamu sekalian juga terbebas dari kami. Sebagaimana diungkapkan dalam surat Yunus ayat 41:

وَإِنْ كَذَّبُوكَ فَقُلْ لِي عَمَلِي وَلَكُمْ عَمَلُكُمْ أَنْتُمْ بَرِيئُونَ مِمَّا أَعْمَلُ وَأَنَا بَرِيءٌ مِمَّا تَعْمَلُونَ

Apabila mereka masih bersikeras mendustakanmu, hai Muhammad, maka katakanlah kepada mereka, “Sesungguhnya aku mendapatkan balasan dari perbuatanku, dan kalian juga mendapatkan balasan dari perbuatan kalian. Kalian terbebas dari apa yang aku lakukan dan aku terbebas dari apa yang kalian kerjakan. Sebagaimana juga diungkapkan dalam surat al-Kaafiruun.

Jalalain:

Katakanlah kalian tidak akan ditanya atas dosa-dosa kami dan kami pun tidak akan ditanya atas perbuatan kalian, karena kami terbebas dari kamu sekalian.

Al-Sa’di:

Katakan kepada mereka: لا تُسْأَلُونَ عَمَّا أَجْرَمْنَا وَلا نُسْأَلُ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Maksudnya setiap dari kita dan kamu sekalian memiliki perbuatan masing-masing. Kamu sekalian tidak akan ditanya tentang dosa-dosa kami jika kami berbuat dosa, dan kami tidak akan ditanya tentang perbuatan kalian, maka hendaknya tujuan kami dan kalian itu untuk sama-sama mencari kebenaran dan menjalani keadilan dan tidak menganiaya kami, biarkan kami melakukan apa yang kami lakukan, jangan jadi penghalang bagi kalian untuk mengikuti kebenaran. Karena sebenarnya hukum dunia itu berdasarkan kenyataan yang terlihat, yang benar akan diikuti dan yang batil dihindari. Adapun masalah perbuatan ia memiliki tempat tersendiri dan dihakimi oleh Yang Maha Menghakimi dari para hakim, dan akan menyelesaikan perselisihan mereka yang berselisih, Yang Maha Adil dari yang adil.

Pelajaran:

Pertama, jika sudah melakukan dakwah jangan terlalu risau dengan tantangan para penentang, karena perbuatan akan ditanggung oleh masing-masing pelakunya.

Kedua, jika hendak mengikuti kebenaran, tidak usah memikirkan/mengungkit-ungkit perbuatan yang pernah dilakukan penyerunya.

Ketiga, setiap orang bertanggungjawab atas perbuatannya dan keputusannya diserahkan kepada Allah SWT sebagai hakim Maha Tinggi, tidak usah diperdebatkan sekarang di dunia ini.

Keempat, ayat ini mengajarkan kehalusan tutur kata dalam berkomunikasi dengan orang lain terutama orang yang berperan sebagai lawan; ketika menunjuk pada diri sendiri dipakai kata أَجْرَمْنَا yang artinya dosa-dosa yang kami lakukan, sedangkan untuk lawan bicara dipakai kata تَعْمَلُونَ yang artinya apa-apa yang kamu kerjakan. Artinya ada penghargaan kepada orang lain dengan pemilihan kata yang lebih halus dibanding dengan kata-kata yang digunakan untuk menerangkan keadaan diri sendiri.