{"id":297,"date":"2026-10-11T23:09:20","date_gmt":"2026-10-11T23:09:20","guid":{"rendered":"https:\/\/mtatataufik.com\/?p=297"},"modified":"2026-10-11T23:30:11","modified_gmt":"2026-10-11T23:30:11","slug":"kekuatan-pertanyaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mtatataufik.com\/?p=297","title":{"rendered":"The Power of Q"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><em>Kemahiran Bertanya dalam Mencari Ilmu<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\">M. Tata Taufik<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kita sering menyebut pentingnya mencari ilmu. Tetapi ada satu kemampuan yang menentukan apakah pencarian itu sungguh membawa kita kepada pemahaman: kemampuan bertanya. Tidak semua orang mudah melakukannya. Ada yang belum tahu apa yang ingin ditanyakan; ada yang sebenarnya ingin tahu, tetapi merasa sungkan; ada pula yang bertanya, namun belum sungguh-sungguh mendengarkan jawabannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada ungkapan yang sejak awal menjadi pangkal pembicaraan kita: \u0627\u0644\u0639\u0644\u0645 \u062e\u0632\u0627\u0626\u0646 \u0648\u0645\u0641\u062a\u0627\u062d\u0647 \u0627\u0644\u0633\u0624\u0627\u0644 \u2014 ilmu itu gudang-gudang, dan kuncinya adalah pertanyaan. Perumpamaannya sederhana. Gudang bisa penuh, tetapi isinya tetap di balik pintu bila kita tak menemukan kuncinya. Demikian pula pengetahuan: keberadaannya belum otomatis membuat kita mengerti. Kita perlu membuka jalan untuk mendekatinya, dan salah satu jalannya ialah bertanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ungkapan ini kerap disebut sebagai hadis, tetapi riwayatnya dinilai lemah oleh sejumlah ahli hadis. Karena itu, lebih cermat jika ia kita tempatkan sebagai ungkapan hikmah. Gagasannya tentang pentingnya bertanya, bagaimanapun, mendapat gambaran yang kuat dalam riwayat sahih.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam hadis Abu Hurairah di \u1e62a\u1e25\u012b\u1e25 Muslim, Rasulullah saw. berkata kepada para sahabat, \u201cBertanyalah kepadaku.\u201d Mereka segan untuk bertanya. Kemudian datang seorang laki-laki dan menanyakan Islam, iman, ihsan, lalu hari kiamat. Jawaban Nabi menjelaskan pokok-pokok agama. Setelah orang itu pergi, Rasulullah menerangkan bahwa dia adalah Jibril, yang datang untuk mengajari mereka agama. Jibril, kata Nabi, ingin mereka belajar ketika mereka tidak bertanya. (\u1e62a\u1e25\u012b\u1e25 Muslim, Kit\u0101b al-\u012am\u0101n, hadis no. 10).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kisah itu membuat kita berhenti sejenak. Nabi sendiri membuka ruang bertanya, tetapi para sahabat masih diliputi rasa segan. Lalu seorang penanya hadir dan seluruh majelis memperoleh pelajaran. Yang bertanya satu orang, yang belajar banyak orang. Di sini pertanyaan tampak bukan sekadar cara seseorang memenuhi rasa ingin tahunya; ia juga bisa menjadi pintu pengetahuan bersama.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lalu, apa sebenarnya kemampuan bertanya? Ia bukan semata-mata mengucapkan kalimat yang berakhir dengan tanda tanya. Bertanya berarti mengenali batas pengetahuan kita, merumuskan bagian yang belum terang, dan mencari orang atau sumber yang tepat untuk membantu menjelaskannya. Karena itu, pertanyaan yang baik lahir dari keinginan memahami, bukan dari keinginan menjebak atau mempermalukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengapa kemampuan ini perlu dilatih? Sebab tanpa pertanyaan, banyak kebingungan dibiarkan tinggal di dalam pikiran. Seseorang mungkin mengangguk di kelas, tetapi pulang dengan pemahaman yang keliru. Ia bisa salah mengambil keputusan, mengulang informasi yang belum teruji, atau kehilangan minat karena merasa tak ada tempat untuk menyampaikan kebingungannya. Jika pertanyaan terus diabaikan, kepercayaan kepada guru atau sumber pengetahuan pun dapat menipis. Orang yang tidak mendapat jawaban dari tempat yang layak mungkin mencari jawaban di tempat lain, termasuk sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentu, tidak setiap pertanyaan bisa langsung dijawab. Guru mungkin perlu memeriksa kembali, orang tua mungkin belum tahu, dan narasumber bisa saja belum memiliki informasi yang cukup. Dalam keadaan seperti itu, jawaban jujur\u2014\u201cSaya belum tahu; mari kita cari bersama\u201d\u2014lebih mendidik daripada mengarang jawaban atau menutup pertanyaan. Yang berisiko bukan semata-mata belum bisa menjawab, melainkan membiarkan penanya merasa bahwa pertanyaannya tidak penting.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siapa yang perlu belajar bertanya? Kita semua. Anak yang bertanya tentang hal sederhana sedang belajar menyusun pikirannya. Mahasiswa yang meminta penjelasan sedang menguji pemahamannya. Guru pun dapat bertanya kepada murid untuk mengetahui bagaimana mereka menangkap pelajaran. Bertanya tidak hanya bergerak dari murid kepada guru; pertukaran pertanyaan dapat membuat proses belajar lebih hidup dan saling mengoreksi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di mana kita bertanya? Di ruang kelas, majelis ilmu, rumah, tempat kerja, dan percakapan sehari-hari. Kini kita juga bertanya melalui Google dan ChatGPT. Mengetik kata kunci atau menyusun prompt pada dasarnya adalah upaya merumuskan pertanyaan kepada sistem. Tetapi ada perbedaan antara pencarian yang mekanis dan pencarian yang dipikirkan. Mengetik satu kata mungkin menghasilkan daftar informasi; pertanyaan yang lebih terarah membantu kita mencari hubungan, alasan, perbandingan, atau penjelasan yang kita perlukan. Teknologi dapat membantu pencarian, tetapi kita tetap bertanggung jawab menilai jawaban dan sumbernya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kapan pertanyaan sebaiknya diajukan? Saat ada kebutuhan yang nyata untuk memahami, dengan memperhatikan waktu dan keadaan orang yang ditanya. Bagaimana caranya? Mulailah dengan menyebut bagian yang belum dipahami, ajukan pertanyaan secara jelas dan santun, simak jawabannya, lalu periksa apakah kita sungguh mengerti. Jika belum, bertanyalah lagi dengan lebih terarah. Kemahiran bertanya terlihat bukan dari banyaknya pertanyaan, tetapi dari ketepatan tujuan dan kesungguhan menindaklanjuti jawaban.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kisah Ummu Sulaim memberi contoh lain. Ia mengajukan kepada Rasulullah saw. pertanyaan pribadi tentang bersuci dan berkata, \u201cSesungguhnya Allah tidak malu menjelaskan kebenaran.\u201d Rasulullah menjawab persoalannya. Kisah yang tercatat dalam \u1e62a\u1e25\u012b\u1e25 al-Bukh\u0101r\u012b ini memperlihatkan bahwa rasa malu tidak semestinya menghalangi pencarian pengetahuan yang dibutuhkan. Adab dijaga, tetapi kebenaran tetap dicari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Al-Qur\u2019an memberi arahan yang seimbang. Jika tidak mengetahui, bertanyalah kepada orang yang memiliki pengetahuan (QS. An-Na\u1e25l [16]: 43). Pada saat yang sama, jangan mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang jika diterangkan justru memberatkan (QS. Al-M\u0101\u2019idah [5]: 101). Jadi, ajaran tentang bertanya bukan ajakan untuk berbicara tanpa pertimbangan. Ia mengarahkan kita agar bertanya ketika perlu, kepada pihak yang tepat, dan dengan maksud yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ayat dan hadis itu seakan mengajak kita menafsirkan ulang kebiasaan belajar. Jangan mengukur kecerdasan hanya dari cepatnya seseorang menjawab. Perhatikan pula apakah ia mampu menemukan pertanyaan yang penting, berani mengaku belum tahu, dan sabar mengikuti jawaban sampai paham. Dalam pengertian itu, kemampuan bertanya adalah kemahiran intelektual sekaligus sikap batin: ingin tahu, rendah hati, dan bersedia belajar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maka, \u201cThe Power of Q\u201d terletak pada daya sebuah pertanyaan untuk membuka pengetahuan, menolong orang lain ikut belajar, dan mencegah kita berjalan dengan pemahaman yang keliru. Kuncinya bukan bertanya sebanyak-banyaknya. Kuncinya ialah berani bertanya dengan tujuan yang jelas, lalu memberi perhatian sungguh-sungguh kepada jawaban.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemahiran Bertanya dalam Mencari Ilmu M. Tata Taufik Kita sering menyebut pentingnya mencari ilmu. Tetapi ada satu kemampuan yang menentukan apakah pencarian itu sungguh membawa kita kepada pemahaman: kemampuan bertanya. Tidak semua orang mudah melakukannya. Ada yang belum tahu apa yang ingin ditanyakan; ada yang sebenarnya ingin tahu, tetapi merasa sungkan; ada pula yang bertanya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":298,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[66],"tags":[85,86,87,88,89],"class_list":["post-297","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-gagasan","tag-kemampuan-bertanya","tag-kunci-ilmu","tag-mengajar","tag-menjawab-pertanyaan","tag-zakat-ilmu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mtatataufik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/297","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mtatataufik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mtatataufik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mtatataufik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mtatataufik.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=297"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/mtatataufik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/297\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":301,"href":"https:\/\/mtatataufik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/297\/revisions\/301"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mtatataufik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/298"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mtatataufik.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=297"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mtatataufik.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=297"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mtatataufik.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=297"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}