{"id":305,"date":"2026-10-22T14:55:59","date_gmt":"2026-10-22T14:55:59","guid":{"rendered":"https:\/\/mtatataufik.com\/?p=305"},"modified":"2026-10-22T15:18:54","modified_gmt":"2026-10-22T15:18:54","slug":"time-line-perkembangan-ilmu-komunikasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mtatataufik.com\/?p=305","title":{"rendered":"Time Line Perkembangan Ilmu Komunikasi"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><tbody><tr><td><strong>Periode<\/strong><\/td><td><strong>Tokoh dan kajian penting<\/strong><\/td><td><strong>Konsep atau pertanyaan utama<\/strong><\/td><\/tr><tr><td><strong>Yunani klasik, abad ke-5\u20134 SM<\/strong><\/td><td><strong>Sofis, Plato, Aristoteles<\/strong>; pidato publik, debat, dan persuasi<\/td><td>Aristoteles merumuskan <strong>ethos, pathos, logos<\/strong>: daya persuasi yang berkaitan dengan karakter pembicara, keadaan emosi pendengar, dan argumen. Ini adalah <strong>akar pemikiran komunikasi<\/strong>, belum disiplin ilmu komunikasi modern.<\/td><\/tr><tr><td><strong>Romawi dan tradisi pendidikan klasik<\/strong><\/td><td><strong>Cicero, Quintilian<\/strong>; pendidikan orator dan seni berbicara<\/td><td>Bagaimana menyusun pidato, berbicara secara efektif, dan membentuk pembicara yang cakap. Retorika menjadi bagian penting pendidikan dan kehidupan politik.<\/td><\/tr><tr><td><strong>Abad pertengahan hingga abad ke-19<\/strong><\/td><td>Tradisi retorika, khotbah, sastra, surat-menyurat, pers, dan kemudian telegraf serta telepon<\/td><td>Kajian komunikasi belum menjadi disiplin tersendiri. Perkembangan media memperluas jarak, kecepatan, dan jangkauan penyampaian pesan; persoalan publikasi dan pengaruh media mulai menonjol.<\/td><\/tr><tr><td><strong>Akhir abad ke-19\u2013awal abad ke-20<\/strong><\/td><td>Tradisi <strong>retorika dan public speaking<\/strong>; sosiologi kota dan masyarakat, termasuk <strong>George Herbert Mead, John Dewey, Robert E. Park<\/strong><\/td><td>Komunikasi mulai dipelajari melalui pidato, interaksi sosial, pers, dan kehidupan masyarakat. Lembaga akademik tumbuh dari bidang retorika, pidato, dan publisistik; karena itu, tidak ada satu tanggal yang dapat disebut sebagai kelahiran tunggal disiplin ini.<\/td><\/tr><tr><td><strong>1920-an\u20131940-an<\/strong><\/td><td><strong>Harold Lasswell<\/strong>, <strong>Paul Lazarsfeld<\/strong>, <strong>Kurt Lewin<\/strong>, <strong>Carl Hovland<\/strong>; propaganda, opini publik, kampanye, dan efek media<\/td><td>Riset beralih ke pertanyaan tentang siapa yang mengirim pesan, isi dan salurannya, siapa penerimanya, serta apa dampaknya. Lasswell merangkum kerangka itu dalam pertanyaan: <strong>Who says what, in which channel, to whom, with what effect?<\/strong> Penelitian juga menguji bagaimana pesan memengaruhi sikap dan perilaku.<\/td><\/tr><tr><td><strong>1940-an\u20131950-an<\/strong><\/td><td><strong>Claude Shannon dan Warren Weaver<\/strong>, <strong>Wilbur Schramm<\/strong>, <strong>Elihu Katz dan Lazarsfeld<\/strong><\/td><td>Model Shannon\u2013Weaver menyoroti <strong>sumber, pengirim, saluran, gangguan, penerima, dan tujuan pesan<\/strong>\u2014awalnya untuk persoalan teknis transmisi informasi. Schramm membantu mengembangkan kajian komunikasi sebagai bidang akademik; riset Katz dan Lazarsfeld memopulerkan <strong>two-step flow<\/strong>, yakni peran pemimpin opini dalam aliran pengaruh media. Bidang ini terbentuk melalui beberapa pusat dan tradisi riset, bukan hanya satu model.<\/td><\/tr><tr><td><strong>1950-an\u20131960-an<\/strong><\/td><td><strong>Wilbur Schramm, David Berlo, Marshall McLuhan, Harold Innis, Adorno dan Horkheimer<\/strong>; model komunikasi, media massa, dan kritik budaya<\/td><td>Model <strong>SMCR<\/strong> Berlo menata unsur <em>source\u2013message\u2013channel\u2013receiver<\/em>. Pada saat yang sama, McLuhan dan Innis mengarahkan perhatian pada pengaruh bentuk media terhadap cara masyarakat mengatur ruang, waktu, dan hubungan sosial. Tradisi kritis Frankfurt menelaah hubungan media, budaya massa, industri, dan kuasa.<\/td><\/tr><tr><td><strong>1960-an\u20131980-an<\/strong><\/td><td><strong>Everett Rogers, George Gerbner, Maxwell McCombs dan Donald Shaw, Elisabeth Noelle-Neumann, Stuart Hall, J\u00fcrgen Habermas<\/strong><\/td><td>Fokus melebar dari pengiriman pesan ke <strong>adopsi gagasan, pembentukan agenda, paparan jangka panjang, opini publik, penafsiran, dan kuasa<\/strong>. Konsep pentingnya mencakup <em>diffusion of innovations<\/em>, <em>cultivation<\/em>, <em>agenda-setting<\/em>, <em>spiral of silence<\/em>, serta <em>encoding\/decoding<\/em>. Kajian komunikasi juga memberi perhatian lebih besar pada budaya dan bagaimana audiens menafsirkan pesan.<\/td><\/tr><tr><td><strong>1970-an\u20131990-an<\/strong><\/td><td><strong>James Carey, Erving Goffman, W. Barnett Pearce dan Vernon Cronen, Charles Berger dan Richard Calabrese<\/strong>; komunikasi interpersonal, budaya, organisasi, dan hubungan sosial<\/td><td>Komunikasi makin dipahami sebagai <strong>proses membentuk makna dan hubungan<\/strong>, bukan sekadar memindahkan informasi. Kajian berkembang pada interaksi tatap muka, identitas, percakapan, organisasi, dan bagaimana orang mengurangi ketidakpastian dalam hubungan.<\/td><\/tr><tr><td><strong>1990-an\u20132000-an<\/strong><\/td><td><strong>Joseph Walther, Manuel Castells, Henry Jenkins, dan danah boyd<\/strong>; internet, <em>computer-mediated communication<\/em> (CMC), komunitas daring, dan jejaring sosial<\/td><td>Internet mengaburkan batas antara komunikasi antarpribadi dan komunikasi massa. Muncul kajian tentang identitas daring, komunikasi asinkron, masyarakat jejaring, budaya partisipatif, dan <strong>networked publics<\/strong>. Kajian situs jejaring sosial, misalnya, melihat pengguna bukan hanya sebagai penerima, tetapi juga pembuat dan penyebar konten.<\/td><\/tr><tr><td><strong>2010-an\u2013sekarang<\/strong><\/td><td>Peneliti komunikasi digital, platform, algoritma, dan <strong>human\u2013machine communication<\/strong>; kajian media sosial, data, rekomendasi, dan AI<\/td><td>Pertanyaan bergeser ke bagaimana <strong>platform memilihkan paparan, algoritma mengatur arus informasi, dan pengguna berinteraksi dengan mesin<\/strong>. AI mulai dikaji bukan sekadar sebagai saluran: ia dapat ikut menyusun, mengubah, atau menghasilkan pesan. Kajian komunikasi manusia\u2013mesin masih berkembang, termasuk soal sumber pesan, kepercayaan, agensi, dan tanggung jawab.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"724\" src=\"https:\/\/mtatataufik.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-1024x724.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-308\" srcset=\"https:\/\/mtatataufik.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-1024x724.png 1024w, https:\/\/mtatataufik.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-300x212.png 300w, https:\/\/mtatataufik.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-767x543.png 767w, https:\/\/mtatataufik.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-1536x1087.png 1536w, https:\/\/mtatataufik.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image.png 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"724\" src=\"https:\/\/mtatataufik.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-1-1024x724.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-309\" srcset=\"https:\/\/mtatataufik.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-1-1024x724.png 1024w, https:\/\/mtatataufik.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-1-300x212.png 300w, https:\/\/mtatataufik.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-1-767x543.png 767w, https:\/\/mtatataufik.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-1-1536x1087.png 1536w, https:\/\/mtatataufik.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-1.png 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"724\" src=\"https:\/\/mtatataufik.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-2-1024x724.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-311\" srcset=\"https:\/\/mtatataufik.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-2-1024x724.png 1024w, https:\/\/mtatataufik.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-2-767x543.png 767w, https:\/\/mtatataufik.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-2-300x212.png 300w, https:\/\/mtatataufik.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-2-1536x1087.png 1536w, https:\/\/mtatataufik.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/image-2.png 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Periode Tokoh dan kajian penting Konsep atau pertanyaan utama Yunani klasik, abad ke-5\u20134 SM Sofis, Plato, Aristoteles; pidato publik, debat, dan persuasi Aristoteles merumuskan ethos, pathos, logos: daya persuasi yang berkaitan dengan karakter pembicara, keadaan emosi pendengar, dan argumen. Ini adalah akar pemikiran komunikasi, belum disiplin ilmu komunikasi modern. Romawi dan tradisi pendidikan klasik Cicero, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":307,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[101,104,102,100,99,103,97,96,94,98,95,93],"class_list":["post-305","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-komunikasi","tag-efek-media","tag-interekasi-media","tag-makna","tag-media","tag-opini-pubil","tag-pengguna","tag-pers","tag-pidato","tag-plato","tag-propaganda","tag-romawi","tag-sofis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mtatataufik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/305","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mtatataufik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mtatataufik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mtatataufik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mtatataufik.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=305"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/mtatataufik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/305\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":312,"href":"https:\/\/mtatataufik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/305\/revisions\/312"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mtatataufik.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/307"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mtatataufik.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=305"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mtatataufik.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=305"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mtatataufik.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=305"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}