You Are What You Read
-

Jangan Berhenti Memahamkan Al-Qur’an
M. Tata Taufik[1] Kita tahu bahwa Kalam Allah bisa dipahami oleh siapa saja yang siap dan mau berusaha sekuat tenaga untuk memahaminya. Siapa dari para pendakwah atau dai yang tidak menafsirkan al-Qur’an, juga penerjamah al-Qur’an mereka semua adalah penafsirnya, mencoba berusaha sekemampuannya memahami dan memahamkan al-Qur’an, bahkan ilmu-ilmu seperti kebahasaan dalam bahasa Arab, juga merupakan…
-

Ilmu Yang Menjadi Tradisi dan Kemampuan
Belajar dari konsep malakah Ibn Khaldun dan tradisi pendidikan bahasa di pesantren modern M. Tata Taufik Bertahun-tahun belajar bahasa, tetapi gugup ketika harus berbicara. Hafal rumus tata bahasa, tetapi kalimat sederhana pun tersendat. Fenomena ini bukan hanya terjadi dalam pembelajaran bahasa Arab atau bahasa Inggris. Dalam banyak bidang, sekolah berhasil membuat peserta didik mengetahui sesuatu,…
-

Di bawah asuhan Gontor
Yudi Latif Dalam suasana peringatan satu abad Pesantren Modern Gontor Ponorogo, izinkan saya menengok sejenak ke belakang—ke suatu masa ketika perjalanan hidup masih dalam periode formatif, ketika watak, minat, pikiran dan pandangan tentang dunia sedang mencari bentuknya. Pada titik itulah Gontor menjadi kebun persemaian jatidiri. Maka, pada kesempatan centennial anniversary yang istimewa ini, saya ingin…
-

Ketika Alumni Menjadi Cermin Pendidikan Pesantren
M. Tata Taufik Bagaimana kita mengetahui bahwa pendidikan di pesantren berhasil? Jawaban yang paling mudah ialah melihat nilai ujian, banyaknya santri yang diterima di perguruan tinggi, atau piala yang dipajang di lemari. Semua itu penting. Tetapi ada pertanyaan yang lebih panjang umurnya: setelah keluar dari gerbang pondok, apakah seseorang masih membawa bekal yang dahulu kita…
-
Menjaga Al Quran dan Merawat Keluarga Besar Pesantren
Menjaga Al Quran dan Merawat Keluarga Besar Pesantren M. Tata Taufik Saya menghadiri suatu acara wisuda tahfiz di Darul Qur’an. Di hadapan para penghafal Al-Qur’an, saya memandang anak-anak itu lebih dari peserta yang berhasil menyelesaikan suatu tahap belajar. Pada diri mereka ada pekerjaan panjang yang sedang diteruskan: menjaga bacaan, mengingatnya, mengajarkannya, lalu membawanya ke dalam…
-

Mutu Pesantren Dimulai dari Manusia yang Hendak Dibentuk*
M Tata Taufik Setiap kali mendengar istilah penjaminan mutu, sebagian orang segera membayangkan borang, instrumen, standar, akreditasi, dan sederet dokumen yang harus disiapkan. Semua itu penting. Akan tetapi, bagi pesantren, mutu tidak boleh dimulai dari meja administrasi. Ia harus dimulai dari satu pertanyaan yang lebih mendasar: manusia seperti apa yang hendak dibentuk? Dalam bahasa yang…
-

Model Family Engagment pesantren Era Digital*
M. Tata Taufik Ada satu perubahan besar dalam hubungan orang tua, anak, dan lembaga pendidikan hari ini: jarak hampir hilang. Dulu, ketika anak belajar di pesantren, orang tua benar-benar menyerahkan anak kepada pondok. Komunikasi terbatas, kunjungan terbatas, dan kabar sering datang dengan jeda. Ada jarak yang justru memaksa anak belajar mandiri. Sekarang situasinya lain. WhatsApp,…
-

Ketika Pesantren Menemukan Teorinya Sendiri
Oleh: Nur Hadi Ihsan Judul Buku: Familial Approach Dalam Pendidikan Pesantren Penulis: DR.KH. M. Tata Taufik Penyunting: Irfanul Islam Penerbit: Yayasan Islam Ta’limiyah Al-Ikhlash Cetakan I April 2026 ISBN: 978-623-93414-3-5 Harga: Rp. 100.000,- Peradaban besar tidak hanya melahirkan lembaga, tokoh, atau tradisi. Peradaban besar juga melahirkan teori yang menjelaskan mengapa semuanya dapat bertahan dan berkembang.…
-

HOTS Sebagai Virus Positif
M. Tata Taufik Sesungguhnya aku diutus sebagai guru (Hadis) Guru profesional adalah seorang yang belajar dari bagaimana dia mengajar, bukan orang yang telah selesai mempelajari bagaimana cara mengajar. (Darling & Hammod, 2008). Karena manusia makhluk berpikir maka sebenarnya dia tidak bisa tidak berpikir; setiap saat dia selalu mengambil keputusan. Masalahnya apakah pemikirannya itu dilanjutkan kepada…
Got any book recommendations?
